Tips yang Benar dan Baik Meminta Cuti Pada Atasan
23 December 2022 ∙ Read 2 Mins ∙ By Andi Diputra
Sudah akhir tahun, biasanya banyak karyawan akan mengajukan cuti untuk liburan sejenak dari pekerjaan mereka. Cuti merupakan salah satu hak karyawan untuk libur atau istirahat pada hari kerja. Karyawan yang sering menggunakan hak cuti untuk beristirahat atau berlibur memiliki kinerja yang lebih baik.
Sekarang ini cuti bisa dilakukan secara online melalui software HRIS. Hal ini memudahkan karyawan untuk mengajukan cuti dan juga atasan untuk melakukan approval. Tetapi sebelum itu, karyawan harus mengetahui dulu cara meminta cuti yang benar dan baik kepada atasan agar cuti kamu di terima.
Berikut beberapa tips yang benar dan baik meminta cuti ke atasan:
1. Ikuti Aturan Main
Sebagai karyawan yang merencanakan untuk cuti, sebaiknya ketahui terlebih dahulu aturan cuti pada perusahaan, dan ada baiknya kamu membuat pertimbangan untuk waktu cutimu dan sejalan dengan prosedur perusahaan.
2. Buat Alasan yang Jujur
Jika kamu cuti dengan alasan sakit, perusahaan tidak memaksa karyawan nya untuk terus bekerja. Namun mereka akan menindaklanjuti alasan kamu apabila terdapat ketidak jujuran, seperti meminta surat keterangan sakit dari Dokter. Sebaiknya kamu jujur pada situasi kamu sekarang dan meminta porsi cuti yang sesuai dari setiap kondisi.
3. Cuti Dengan Alasan Kendala
Jika kamu meminta cuti dengan alasan berdasar pada kendala yang mempengaruhi lingkungan atau kinerja kamu. Kamu harus bisa meyakinkan bos agar dapat memberikanmu izin cuti. Seperti rumah kamu sedang kebanjiran, maka berikanlah bukti berupa gambar atau semacamnya. Atau kamu cuti lantaran istri sedang ngidam dan mempengaruhi kinerja kamu dalam bekerja, kamu harus memberikan bukti yang jelas.
4. Ketahui Situasi dan Kondisi yang Tepat
Meminta izin cuti yang benar, kamu harus tahu situasi dan kondisi yang tepat. Yang sedang terjadi pada perusahaan atau team kamu. Jangan pernah meminta cuti saat team kamu sedang banyak pekerjaan, atau saat kondisi perusahaan sedang dalam ambang perhatian khusus atau krisis tertentu.
5. Minta Izin Jauh-Jauh Hari
Ketika kamu sudah merencanakan dan menentukan waktu cuti kamu, sebaiknya kamu memberi tahu bos jauh-jauh hari, agar menghindari tertumpuknya jadwal atau cuti tidak disetujui. Mintalah cuti berdasar dengan alasan yang jelas agar permintaan cuti kamu diterima.
Read more article
MPP (Manpower Planning): Kunci Perencanaan SDM yang Tepat dan Terukur
Dalam bisnis yang dinamis, kebutuhan tenaga kerja bisa berubah cepat ada ekspansi, proyek baru, peningkatan beban kerja,...
HR Masih Pakai Excel? Ini 7 Tanda Perusahaan Sudah Butuh HRIS
Excel itu hebat murah, fleksibel, dan hampir semua orang bisa pakai. Tapi saat jumlah karyawan naik, proses HR makin kom...
Daftar Upah Minimum Provinsi 2026: Yuk Cek Daerahmu
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis daftar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 melalui akun Instagram resminya....