Cara Negosiasi yang Benar dalam Bisnis
26 May 2025 ∙ Read 2 Mins ∙ By Andi Diputra
Dalam dunia bisnis, kemampuan negosiasi bukan sekadar soal memenangkan harga terbaik, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang dan menciptakan nilai bersama. Banyak kesepakatan gagal bukan karena produknya buruk, melainkan karena proses negosiasinya tidak dikelola dengan baik. Lalu, bagaimana cara negosiasi yang benar dalam bisnis?
1. Persiapan Adalah Kunci
Sebelum memasuki ruang negosiasi, pastikan Anda sudah melakukan riset. Ketahui siapa lawan bicara Anda, apa kebutuhan dan tujuan bisnis mereka, serta batas minimum yang bisa Anda toleransi (BATNA – Best Alternative to a Negotiated Agreement).
Contoh: Jika Anda menjual layanan digital marketing, cari tahu apakah mereka pernah bekerja sama dengan vendor lain dan apa harapan mereka ke depan.
2. Dengarkan Lebih Banyak, Bicara Secukupnya
Negosiator yang baik bukan yang paling banyak bicara, melainkan yang paling banyak mendengarkan. Dengarkan kebutuhan dan kekhawatiran mereka. Dengan begitu, Anda bisa menyusun tawaran yang lebih relevan dan sulit ditolak.
“Terkadang, dalam diam kita bisa membaca lebih banyak daripada dalam argumen.”
3. Fokus pada Kepentingan, Bukan Posisi
Banyak negosiasi gagal karena kedua pihak hanya mempertahankan posisi, bukan mencoba memahami kepentingan.
Misalnya:
- Posisi: "Saya minta potongan 30%."
- Kepentingan: "Saya punya keterbatasan anggaran saat ini."
Dengan memahami kepentingannya, Anda bisa menawarkan solusi yang lebih fleksibel, seperti sistem cicilan, pengurangan fitur, atau kerja sama jangka panjang.
4. Bangun Hubungan, Bukan Sekadar Transaksi
Hubungan yang baik menciptakan negosiasi yang sehat. Bangun kepercayaan melalui komunikasi terbuka, bahasa tubuh yang positif, dan empati. Jangan pernah menganggap lawan negosiasi sebagai musuh, tapi sebagai calon mitra.
5. Berikan Opsi, Bukan Ultimatum
Hindari kalimat seperti “Kalau tidak mau, ya sudah.” Sebaliknya, tawarkan opsi:
- "Kami bisa sesuaikan paket dengan fitur yang lebih ramping."
- "Atau kerja sama ini bisa kita mulai dari proyek pilot dulu."
Dengan memberi pilihan, Anda menunjukkan fleksibilitas tanpa terlihat lemah.
6. Dokumentasikan Hasil Negosiasi
Apapun hasil kesepakatannya, selalu tuangkan dalam bentuk tertulis. Bisa berupa notulen, surat penawaran, atau langsung kontrak. Ini akan menghindarkan kesalahpahaman di masa depan dan menunjukkan profesionalisme Anda.
Tips Tambahan:
- Jangan takut dengan keheningan—diam bisa jadi strategi untuk memberi tekanan halus.
- Evaluasi setiap negosiasi yang Anda lakukan: Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki?
- Jangan ragu mengajak pihak ketiga (seperti legal atau keuangan) bila dibutuhkan.
Negosiasi yang efektif bukan tentang menang atau kalah, tapi tentang mencapai kesepakatan yang adil dan menguntungkan kedua belah pihak. Dengan persiapan yang matang, komunikasi yang empatik, dan sikap kolaboratif, Anda bukan hanya akan mendapatkan deal terbaik, tapi juga membangun reputasi sebagai mitra bisnis yang profesional dan terpercaya.
Baca Juga: Kesalahan Umum dalam Proses Rekrutmen dan Cara Menghindarinya
Read more article
MPP (Manpower Planning): Kunci Perencanaan SDM yang Tepat dan Terukur
Dalam bisnis yang dinamis, kebutuhan tenaga kerja bisa berubah cepat ada ekspansi, proyek baru, peningkatan beban kerja,...
HR Masih Pakai Excel? Ini 7 Tanda Perusahaan Sudah Butuh HRIS
Excel itu hebat murah, fleksibel, dan hampir semua orang bisa pakai. Tapi saat jumlah karyawan naik, proses HR makin kom...
Daftar Upah Minimum Provinsi 2026: Yuk Cek Daerahmu
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis daftar Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 melalui akun Instagram resminya....