Latest News & Insights
Explore the latest trends, tips, and news in HR
MPP (Manpower Planning): Kunci Perencanaan SDM yang Tepat dan Terukur
MPP (Manpower Planning): Kunci Perencanaan SDM yang Tepat dan Terukur
Dalam bisnis yang dinamis, kebutuhan tenaga kerja bisa berubah cepat ada ekspansi, proyek baru, peningkatan beban kerja, sampai restrukturisasi organisasi. Di sinilah MPP (Manpower Planning) berperan: membantu perusahaan merencanakan jumlah dan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan bagaimana cara memenuhinya secara efektif.Apa itu MPP?MPP (Manpower Planning) adalah proses perencanaan kebutuhan tenaga kerja perusahaan berdasarkan target bisnis, beban kerja, struktur organisasi, serta kondisi ketersediaan SDM. MPP sering menjadi dasar bagi aktivitas HR seperti rekrutmen, mutasi, promosi, pengembangan kompetensi, dan pengendalian biaya tenaga kerja.Secara sederhana, MPP menj...
Mari Kita Simak, Perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan
Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS Kesehatan seringkali dianggap sama lantaran fungsinya sama-sama menjamin kesehatan masyarakat Indonesia.Meski demikian, kedua program jaminan kesehatan dari pemerintah ini memiliki perbedaan dari segi sasaran atau kelompok peserta, iuran, prosedur, dan lain sebagainya. Berikut perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan.KIS merupakan perluasan dari program Jaminan Kesehatan Nasional yang diluncurkan pemerintah sebelumnya, yaitu pada 1 Januari 2014.Sedangkan BPJS Kesehatan adalah lembaga yang bertugas untuk menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh rakyat Indonesia.Jadi apakah perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan?1. Perbedaan ManfaatKIS tak hanya digunakan sebagai keperluan berobat saja melainkan untuk tindakan pencegahan, sedangkan BPJS Kesehatan hanya dapat dipakai ketika dalam keadaan sakit dan memerlukan perawatan medis. Tetapi, baik KIS maupun BPJS Kesehatan disebut sama-sama memberikan proteksi yang dapat menanggung hampir seluruh jenis penyakit.2. Perbedaan KepesertaanMerujuk situs resmi BPJS Kesehatan, KIS diprioritaskan khusus untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) seperti masyarakat fakir miskin dan tidak mampu secara ekonomi. Sedangkan peserta BPJS Kesehatan diwajibkan bagi masyarakat Indonesia tanpa memandang miskin atau kaya. Ketentuan ini bertujuan agar setiap orang memiliki akses dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan kesehatan.3. Perbedaan Cakupan WilayahCakupan wilayah untuk memanfaatkan KIS bebas di faskes mana pun di Indonesia, sedangkan BPJS Kesehatan terbatas hanya di wilayah yang didaftarkan saja.4. Perbedaan Prosedur LayananKIS dapat digunakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I) mana pun seperti puskesmas, klinik kesehatan, dokter umum, dan rumah sakit di seluruh Indonesia. KIS juga berhak mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat lanjutan (FKRTL) seperti rumah sakit setelah mendapatkan rujukan dari Faskes I.Sedangkan BPJS Kesehatan berlaku di puskesmas dan faskes tingkat pertama yang sudah terdaftar. Nantinya jika memerlukan perawatan lanjutan, akan diberi surat rujukan untuk dapat ke rumah sakit.5. Perbedaan IuranKarena sudah mengetahui ke-4 perbedaan KIS dan BPJS Kesehatan, tentunya iuran juga berbeda. Apa bedanya?Sasaran peserta KIS merupakan kalangan fakir miskin dan tidak mampu, maka tidak dipungut biaya sama sekali karena iurannya disubsidi oleh pemerintah. Sedangakan peserta BPJS Kesehatan dikenakan iuran bulanan sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan.Baca Juga: 5 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji KaryawanSumber: BPJS Kesehatan
5 Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji Karyawan
Siapa yang tidak ingin memiliki pendapatan upah atau gaji yang terus naik? Anda pun pasti punya harapan serupa ketika memulai karir di sebuah perusahaan. Upah atau gaji karyawan menurut hukum ketenagakerjaan di Indonesia ditetapkan berdasarkan kesepakatan, perjanjian kerja, atau menurut peraturan perundangan-undangan. Sementara itu, kenaikan upah karyawan dilakukan melalui peninjauan dan penyesuaian struktur dan skala upah secara berkala, dengan mempertimbangkan tingkat produktivitas dan kemampuan perusahaan.Agar perusahaan tidak merugi ketika mengadakan kenaikan dan karyawan juga puas dengan adanya peningkatan upah atau gaji. Ada beberapa faktor internal dan eksternal yang harus diperhatikan yang memengaruhi besarnya kenaikan upah atau gaji karyawan.1. Regulasi PemerintahSetiap tahun, pemerintah mengumumkan kenaikan upah minimum sebagai jaring pengaman bagi pekerja agar upah dapat memberikan penghidupan yang layak. Upah minimum adalah besaran upah terendah untuk karyawan di posisi terbawah dengan masa kerja kurang dari satu tahun.Dengan kenaikan upah minimum, perusahaan harus menyesuaikan struktur dan skala upah perusahaan. Persentase kenaikan upah dapat mengikuti kenaikan upah minimum atau ditetapkan berbeda, dengan ketentuan upah terendah tidak boleh kurang dari upah minimum.2. Kemampuan PerusahaanSkala bisnis dan kondisi finansial perusahaan memengaruhi kemampuan dalam membayar gaji karyawan. Seperti pada masa pandemi, ketika banyak perusahaan terdampak wabah COVID-19, banyak industri merumahkan karyawan karena tidak sanggup membayar upah, apalagi menaikkan upah.Maka peningkatan gaji harus berpedoman pada struktur, skala upah perusahaan serta kemampuan keuangan perusahaan. Perusahaan dapat melakukan analisis dampak kenaikan gaji karyawan terhadap pendapatan perusahaan. Jadi sesuaikan segalanya dengan kebutuhan dan kemampuan perusahaan, jangan sampai untuk memenuhi kebutuhan karyawan perusahaan menjadi merugi.Baca Juga: 4 Poin Penting yang Harus Dimiliki Leader untuk Memaksimalkan Kinerja Karyawan3. Jabatan dan Tanggung JawabSkala upah atau gaji di perusahaan menggambarkan jenjang upah, dengan semakin tingginya golongan jabatan, maka semakin besar kompensasi yang diterima. Ini merupakan wujud sistem pengupahan yang adil, saat pekerjaan dengan tanggung jawab lebih besar mendapatkan imbalan yang juga lebih besar.Apabila terjadi perubahan peran atau penambahan tugas dan tanggung jawab, maka pihak perusahaan biasanya akan menawarkan kenaikan gaji yang disesuaikan dengan tanggung jawab baru. Karena itu, promosi jabatan selalu diikuti dengan kenaikan gaji.4. Masa KerjaMasa kerja menggambarkan kontribusi dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan. Kenaikan gaji diberikan sebagai bentuk penghargaan perusahaan terhadap karyawan. Sebagian besar perusahaan mempertimbangkan masa kerja karyawan sebagai dasar untuk memberikan penyesuaian atau kenaikan gaji.5. Produktivitas & Penilaian KerjaPeningkatan gaji sebaiknya jika dibuat sedemikian rupa agar berkaitan langsung dengan produktivitas kerja sehingga pegawai lebih termotivasi dalam mengerjakan pekerjaannya. Berikut adalah aspek yang bisa menjadi penilaian:Pencapaian target atau KPI (key performance indicator)Ketaatan pada peraturan, misalnya memperhitungkan aspek kedisiplinan, keterlambatan masuk kerja, dllBeberapa perusahaan yang menekankan aspek loyalitas juga memberikan poin pada lama kerja seorang pekerja pada perusahaan tersebut dalam hal kenaikan upah, sehingga pekerja tidak akan berpindah ke perusahaan lain.Dengan teknologi yang semakin maju saat ini, penyesuaian gaji karyawan bisa dibantu dengan software HRIS seperti OrangE HR Solution. Fitur Manajemen Kinerja & KPI akan membuat pekerjaan HR lebih cepat dan efektif karena HR tidak perlu lagi membuat laporan evaluasi secara manual.
4 Poin Penting yang Harus Dimiliki Leader untuk Memaksimalkan Kinerja Karyawan
Karyawan adalah aset terpenting bagi perusahaan. Kinerja karyawan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan suatu bisnis. Agar karyawan bisa memberikan kinerja terbaiknya, ada banyak faktor yang berperan. Salah satu yang terpenting adalah apa yang harus dimiliki seorang pemimpin/leader dalam organisasi. Sebagus apa pun kualitas kemampuan karyawan, hal tersebut akan percuma apabila pemimpin di perusahaan tidak memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplornya.Pemimpin/leader yang baik adalah orang yang memiliki kemampuan untuk mengelola, mempengaruhi, mengarahkan, dan memberikan motivasi karyawannya untuk menjalankan aktivitas selaras dengan tujuan Perusahaan.Baca Juga: Catat! Ini Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022Menjadi seorang pemimpin/leader bukanlah hal yang mudah. Akan menjadi tantangan untuk seorang pemimpin dalam mengelola karyawannya. Jadi, apa harus dimiliki leader untuk memaksimalkan kinerja karyawan?1. BerwawasanYang artinya sebagai pemahaman atau keinginan yang luar biasa dari seseorang yang dampaknya bisa mengubah perilaku orang tersebut.Jadi, seorang pemimpin dalam perusahaan harus bisa mencari wawasan baru yang akan digunakan dalam memimpin banyaknya karyawan dalam perusahaan.Sangat penting bagi seorang pemimpin/leader untuk melihat berbagai wawasan baru dari berbagai sisi. Seorang pemimpin yang baik harus bisa memproses informasi dari banyak sumber dan mempergunakannya dengan baik.2. KeterikatanPemimpin/leader harus bisa melibatkan peserta dalam sebuah tim. Apapun tipe anggota dalam sebuah tim, seorang pemimpin/leader harus bisa memiliki kemampuan engage yang baik sehingga anggota tetap bisa merasa nyaman.Seorang pemimpin harus bisa melibatkan hati dan pikiran orang lain untuk mencapai tujuan yang berbeda dan saling menguntungkan. Yang artinya seorang pemimpin harus bisa memberikan energi atau motivasi dan memahami karyawan mereka secara mendalam.3. Rasa Ingin TahuSeorang pemimpin/leader dituntut untuk memiliki rasa ingin tahu yang lebih. Mereka didorong untuk secara proaktif mencari sebuah pemahaman dan pembelajaran baru dari sisi manapun termasuk belajar dari umpan balik.Dalam dunia pekerjaan terutama seorang pemimpin, keingintahuan merupakan salah satu sifat yang penting. Rasa ingin tahu akan membuat seorang pemimpin cepat beradaptasi dengan karyawannya.4. Tekad KuatTekad yang kuat menjadi salah satu hal yang penting untuk dimiliki seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang memiliki tekad yang kuat akan bisa bekerja dengan maksimal dan menuntun karyawan mereka ke jalan yang benar.Dengan adanya tekad yang kuat, mereka menghadapi banyak tantangan dan bisa melewati tantangan tersebut dengan lancar dan tidak mudah menyerah.
Trends 5 Social Media 2021 - The Perils (and Promise) of Purpose
Pembangunan merek/brand modern jelas berubah ketika organisasi beradaptasi dengan pola pikir dan harapan yang sadar sosial dari kelompok generasi yang lebih muda dan lebih beragam seperti Gen Z.Dalam survei tahunan Deloitte terhadap milenium dan Gen Z, 60% responden mengatakan mereka berencana membeli lebih banyak produk dan layanan dari bisnis besar yang telah menjaga tenaga kerja mereka dan berdampak positif bagi masyarakat selama pandemi.Setelah mengetahui trends kelima the perils (and promise) of purpose, apa yang harus kita lakukan?1. Create or revisit your social media policiesKebijakan bagi produk dan karyawan Anda dalam menggunakan social media. Pedoman ini sangat berguna selama krisis dan juga pada pekerjaan sehari-hari. Seperti pada saat pandemi, perusahaan menciptakan kebijakan baru untuk tidak foto berkerumunan. Konten yang dibuat juga harus mengikuti trend dan lingkungan saat ini.2. Set up a social media crisis communications workflowRencana komunikasi krisis yang solid dapat membantu menghemat waktu yang berharga dan membuat semua orang tetap fokus saat krisis muncul di social media.3. Use social listening for intelligence, not interruptingSocial listening dapat membantu kita memantau kata kunci atau hasthtag, dan menemukan peluang untuk memasukkan merek/brand Anda ke dalam suatu hal yang sedang tren.Baca Juga: Trends 4 Social Media 2021 - Do I Know You?Sumber: Hootsuite
Catat! Ini Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022
Cuti adalah suatu keadaan meninggalkan pekerjaan beberapa waktu secara resmi untuk beristirahat dan sebagainya. Sebagai karyawan baru maupun yang telah lama bekerja. Pastinya pernah merasa bosan dan penat dengan pekerjaan ataupun lingkungan kerja, dan memerlukan cuti untuk berlibur sejenak atau sekedar bersantai dirumah melepas kepenatan dan beban.Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022, total ada 16 hari libur nasional. Tanggal berapa saja?Berikut daftar hari libur nasional 2022:1 Januari: Tahun Baru 2022 Masehi1 Februari: Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili28 Februari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW3 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 194415 April: Wafat Isa Almasih1 Mei: Hari Buruh Internasional2-3 Mei: Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah16 Mei: Hari Raya Waisak 2566 BE26 Mei: Kenaikan Isa Almasih1 Juni: Hari Lahir Pancasila9 Juli: Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah30 Juli: Tahun Baru Islam 1444 Hijriah17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI8 Oktober: Maulid Nabi Muhammad SAW25 Desember: Hari Raya NatalUntuk cuti bersama tahun 2022 akan disesuaikan dengan melihat perkembangan pandemi Covid-19. Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022, dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta dalam beraktivitas, serta sebagai rujukan bagi kementerian dan lembaga pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja.Baca Juga: Trends 4 Social Media 2021 - Do I Know You?Orange HR Solution merupakan software HR yang dapat membantu pekerjaan HRD perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien dengan fitur-fitur yang menarik seperti payroll, time attendance, performance employee, cuti dan masih banyak fitur lainnya lagi. Lebih dari itu, anda juga bisa mengatur hak cuti masing-masing karyawan sesuai dengan kebijakan yang dimiliki perusahaan dan perjanjian kerja yang berlaku.
Trends 4 Social Media 2021 - Do I Know You?
Channel sosial memperoleh lebih dari 450.000 audiens/pengguna baru social media dalam 12 bulan terakhir, meningkat 12% sejak tahun lalu. Audiens yang bertambah itu memudahkan untuk terhubung dengan orang-orang secara online. Tetapi seberapa bermanfaatkah koneksi itu? Kurang dari setengah pemasar dan eksekutif merasa yakin pengikut social media mereka lebih berharga daripada pelanggan lain.Followers social media tidak mungkin 100% merupakan pelanggan Anda, bisa jadi karyawan, mantan karyawan, ataupun pelanggan yang kurang puas terhadap brand/merek Anda.Jadi agar tidak membuang-buang waktu, Anda bisa membuat konten yang menargetkan yang benar-benar merupakan potential customer. Menurut survei Social Transformation, terdapat 69% responden mengatakan bahwa social media dapat mempertahankan hubungan kita dengan customer selama pandemic dan dalam srvei CMO, 33,5% pemimpin pemasaran mengatakan mempertahankan pelanggan saat ini adalah tujuan utama mereka selama pandemi.Baca Juga: Trends 3 Social Media 2021 - Way More Than OKSetelah mengetahui trends keempat do I know you, apa yang harus kita lakukan?1. Hold social accountable for more than just reactive engagement Anda tidak hanya sekedar membuat event atau update konten, tetapi bagaimana cara kita menganalisa pelanggan/customer, seperti saat mengunjungi website, berapa lama dan halaman apa saja, dan interaksi di website.2. Take small steps toward gathering measurable data from social engagementsGunakan parameter UTM. Dengan UTM membantu melacak semua data dari kampanye organik dan berbayar dan memungkinkan kita memahami saluran dan konten mana yang lebih efektif.UTM adalah singkatan dari Urchin Traffic Monitor slug sebuah kode unik yang diselipkan pada alamat URL website. Kode ini berfungsi untuk mengidentifikasi dari mana saja sumber traffic Anda didapatkan.3. Set up manual workflows in the absence of perfect technological solutionsSebagai contoh LinkedIn, dimana LinkedIn tidak semuanya open API (tidak bisa mengambil secara otomatis/ tidak bisa integrasikan), jadi Anda harus terjun langsung ke LinkedIn untuk mengambil data pelanggan secara manual dan memasukannya kedalam CRM.Sumber: Hootsuite
Trends 3 Social Media 2021 - Way More Than OK
Marketing akan memanfaatkan social media untuk lebih efektif menarik minat lintas generasi. Social media akan beradaptasi lebih ramah bagi para atasan dari generasi baby boomers.Baby boomers sepenuhnya bergabung dengan tren social media. Baby boomers menghabiskan lebih banyak waktu online pada tahun 2021 menggunakan social media, video digital, game, dan pembayaran seluler. 70% pengguna internet berusia 55-64 tahun telah membeli sesuatu secara online dalam sebulan dan 37% berencana untuk terus melakukannya pembelian lebih sering.Baca Juga: Trends 2 Social Media 2021 - Silence is GoldenMarketing biasanya menargetkan baby boomers melalui iklan TV. Karena masih merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjangkau mereka untuk saat ini. Tetapi kenyataannya, baby boomers menemukan lebih banyak brand/merek dan produk baru melalui social media. Terutama melalui social media Facebook.Setelah mengetahui trends ketiga way more than ok, apa yang harus kita lakukan?1. Target baby boomers by passions or hobbiesTargetkan iklan Anda dengan generasi baby boomers tidak hanya berdasarkan usia, tetapi juga passions dan hobi, karena tidak semua baby boomers tertarik pada produk Anda.2. Include baby boomers in your creativeKarena targetnya baby boomers maka harus menyertakan mereka dalam konsep iklan Anda, karena menurut Pew Research Center hampir 70% orang berusia 55 hingga 73 tahun memiliki smartphone dan yang ingin dilihat baby boomers adalah kampanye iklan dan pemasaran yang menggambarkan mereka sebagai orang tua.3. Use online reviews to build trustGunakan ulasan online untuk meningkatkan kepercayaan. Ulasan online memengaruhi keputusan pembelian baby boomers lebih dari sumber online lainnya.Sumber: Hootsuite
Ketahui 10 Skill yang Paling Dibutuhkan Dunia Kerja Tahun 2025
Semakin berkembangnya teknologi membuat manusia harus selalu meningkatkan skill atau kemampuan di dunia kerja.World Economic Forum (WEF) dalam laporannya menyebutkan bahwa ada kesenjangan keterampilan di pasar dunia kerja saat ini yang menjadi hambatan utama perusahaan dalam mengadopsi perkembangan teknologi untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. World Economic Forum (WEF) melakukan survei terkait hal tersebut dan ditemukan hal yang sama pada 20 negara dari 26 negara yang dimintai pendapat, yaitu kesenjangan keterampilan di pasar tenaga kerja dalam pemanfaatan teknologi.Perusahaan yang disurvei menyebutkan bahwa mereka menyediakan akses pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kepada para pekerja yang mereka miliki, namun keterlibatan pekerja untuk mengambil pelatihan-pelatihan tersebut masih minim yaitu hanya 42% yang mengambil kesempatan untuk meningkatkan keterampilan melalui akses pelatihan yang diberikan oleh perusahaan.Kekurangan keterampilan ini lebih terasa pada profesi khusus yang menjadi kebutuhan utama dalam pemanfaatan teknologi dalam aktivitas bisnis perusahaan, mereka sangat kesulitan untuk mencari tenaga kerja pada bidang pekerjaan data analysts & scientists,AI & machine learning specialists, software and application developers, dan lainnya yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi.Menurut WEF, berikut ini 10 skill yang Paling Dibutuhkan Dunia Kerja Tahun 2025:1. Memiliki pemikiran analitis dan inovatif2. Aktif dan memiliki strategi belajar3. Pemecahan masalah yang kompleks4. Berpikir kritis dan analisis5. Memiliki kreativitas, orisinalitas dan inisiatif6. Kepemimpinan dan pengaruh sosial7. Mahir teknologi, pemantauan dan kontroling8. Desain teknologi dan pemrograman9. Daya tahan, mengatur stress dan fleksibel10. Nalar pikir, merumuskan ide dan solusiUntuk menjadi tenaga kerja yang lebih siap dalam pemanfaatan teknologi, para pekerja harus memiliki salah satu dari 10 keterampilan profesi yang sedang berkembang dan dibutuhkan oleh perusahaan.Baca Juga: Trends 2 Social Media 2021 - Silence is GoldenDi tengah pandemi ini, dimana semua orang diharuskan melakukan segala aktivitas di rumah maka inilah saatnya Anda merencanakan dan melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan keterampilan agar menjadi tenaga kerja yang siap berkontribusi pada industri global di masa yang akan datang.Sumber: World Economic Forum
Trends 2 Social Media 2021 - Silence is Golden
Trends 2 Social Media 2021 - Silence is Golden - Situasi pandemic membuat orang-orang mengonsumsi konten lebih banyak dari pada sebelumnya di smartphone. Hal ini membuat kesempatan bagi bisnis mengiklankan merek mereka lebih dari sebelumnya. Tetapi hal ini tidak bermanfaat bagi pelanggan. karena di masa krisis, orang ingin menggunakan social media untuk mengalihkan perhatian dan menghibur diri mereka sendiri. Yang mereka ingin terhubung satu sama lain, bukan dengan brand/merek..Menurut laporan Tren Sosial 2021 Hootsuite, 68% orang tidak berpikir bahwa brand/merek membagikan konten yang menarik dan 32% orang mengatakan "mencari konten yang lucu dan menghibur" adalah alasan utama mereka menggunakan social media.Jika konten kita hanya benar-benar melayani diri sendiri saja dan tidak memberikan nilai kepada pelanggan, maka konten kita hanyalah gangguan bagi pelanggan.Jadi, bagaimana brand dapat membuat konten yang benar-benar akan dinikmati pelanggan?Pada tahun 2021, brand paling cerdas akan memahami di mana mereka cocok dengan kehidupan pelanggan di social media dan mereka akan menemukan cara kreatif untuk menyesuaikan diri dengan percakapan dari pada mencoba memimpinnya.Setelah mengetahui trends kedua silence is golden, apa yang harus kita lakukan?1. Don't dismiss passive content consumptionBuat konten iklan produk yang bernilai, bermanfaat, dan dinikmati pelanggan, bukan hanya dari seberapa likes dan share yang Anda terima, tetapi lebih mengarah pada perilaku lebih lanjut-apakah itu menjangkau lebih banyak informasi, pergi ke toko, mencari secara online, atau sekadar mengethaui brand/merek Anda.2. Back up social listening data with search dataSocial listening adalah memahami audiens Anda dan setelah itu meningkatkan strategi kampanye dengan topik-topik yang relevan dengan produk Anda.Contohnya: Produsen eskrim menurunkan anggarannya pada saat memasuki musim hujan, tetapi malah banyak pelanggan yang mencari eskrim pada musim hujan, hal ini merubah pikiran produsen eskrim untuk tidak menurunkan anggaran pada musin hujan lagi, bisa jadi juga menaikan anggarannya.Tetapi seperti yang dikatakan Jerry Daykin, "Anda tidak akan mendapatkan pemahaman dunia yang holistik dan seimbang hanya dari social listening, tetapi ini dapat berguna sebagai alat yang lebih cepat dan gesit untuk menemukan opini dan tren yang menarik, terutama di saat-saat ketika segala sesuatunya dapat berubah dengan sangat cepat."Maka dari itu diperlukan tambahan search analytics untuk memahami audiens karena lebih mencerminkan apa yang pelanggan pikirkan. Bagaimana kita tahu apa yang mereka cari, biasanya dari kata kunci, trending keywords / hashtag.Baca Juga: Trends 1 Social Media 2021 - Race to ROI3. Replace costly content production with UGCUser Generated Content (UGC) adalah berbagai bentuk konten berupa foto, tulisan, video, maupun review yang dibuat oleh pelanggan, konsumen, atau followers yang disebarkan di media social mereka. Biasanya mereka melakukan hal ini untuk menceritakan pengalaman dan opini mereka menggunakan suatu produk/jasa yang mereka sukai.User Generated Content (UGC) murah dan efektif untuk membangun kepercayaan. Menurut Edelman Trust Barometer, pelanggan lebih cenderung mendengarkan rekan-rekan mereka daripada merek itu sendiri.Sumber: Hootsuite
Subscribe to Our Newsletter
Get tips, trends, and insights delivered straight to your inbox.